Berapa Lama Lebah Menghasilkan Madu?

Lebah merupakan salah satu serangga yang hidupnya berkoloni dan memiliki struktur. Ada ratu yang akan menjadi pemimpin para lebah dan lebah jantan yang hanya bertugas untuk membuahi sang ratu. Kemudian lebah pekerja yang bertugas mencari nektar dari bunga yang sedang mekar. Para lebah inilah yang nantinya akan bekerja sama membuat madu di sarang mereka.

Madu murni yang diambil langsung dari sarang merupakan salah satu obat herbal yang sangat bermanfaat. Baik bagi kesehatan maupun kecantikan. Pasalnya, madu murni memiliki kandungan seperti Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, sampai ke Vitamin C, dan berbagai nutrisi lainnya seperti zat besi, antioksidan, antibakteri, asam amino, mineral.

Kini, madu menjadi salah satu obat herbal yang paling diincar banyak orang. Selain karena harganya yang terjangkau juga tidak adanya bahan pengawet atau obat-obatan kimia di dalamnya. Sehingga tidak akan menimbulkan efek buruk bagi tubuh jika dikonsumsi tidak secara berlebihan.

Maka, tidak heran jika banyak orang mulai melirik usaha madu murni tersebut. Mereka mulai menernak lebah madu. Akan tetapi bagi pemula, banyak yang mungkin akan bertanya-tanya berapa lama lebah menghasilkan madu. Mengingat, tidak mungkin menernak tanpa tahu ilmunya.

 

Berapa Lama Lebah Menghasilkan Madu

WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMANEN MADU

Sebelum mencari tahu seberapa lama proses lebah dalam membuat madu, Anda perlu mengetahui proses pembuatannya terlebih dahulu. Agar mengerti sekiranya kapan waktu yang tepat untuk mengambil hasil madu tersebut.

Ketika musim bunga tiba, maka lebah pekerja akan bergerak keluar untuk mencari nektar dari bunga-bunga tersebut. Nektar tersebut disimpan di dalam kantong di bagian bawah lebah. Setiap kantong mampu menyimpan antara 150 – 1500 bunga. Begitu semua kantong sudah terpenuhi, maka para lebah pekerja akan kembali ke sarang dan memberikannya pada lebah rumahan yang sudah menunggu.

Lebah rumahan inilah yang akan mengolah nektar tersebut menjadi madu. Proses pengolahan dilakukan di dalam mulut dan perut yang menyimpan enzim-enzim tertentu. Enzim tersebut memiliki fungsi untuk memecah bentuk gula pada nektar. Awalnya gula berbentuk disakarida yaitu dua gula yang digabung. Kemudian, lebah mengubahnya menjadi bentuk monosakarida yang berbentuk tunggal dan lebih kecil dari disakarida.

Usai mengolah, lebah akan meletakkan hasilnya pada sarang. Inilah yang pada akhirnya disebut madu oleh semua orang. Cairan kental yang manis dan berwarna kuning keemasan.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk dapat memanen madu tersebut?

Biasanya lebah pekerja akan mengambil nektar di musim bunga tengah bermekaran. Lebah membantu serbuk sari dalam bunga untuk melakukan pembuahan. Proses pengolahan madu di dalam tubuh lebah rumahan tidak membutuhkan waktu lama. Jadi, pada saat pertengahan musim bunga atau setelahnya, madu sudah mulai bisa dipanen. Tidak ada waktu pasti seperti pada bulan tertentu. Anda hanya perlu mengetahui waktu musim bunga tiba dan memperkirakan dua minggu setelahnya, lebah sudah selesai memproses nektar tersebut dan menghasilkan madu murni.

CIRI-CIRI MADU YANG SUDAH SIAP PANEN

Adapun ciri-ciri dari madu murni yang sudah siap untuk dipanen adalah sisiran sarang lebah sudah dipenuhi oleh madu dan tertutup lapisan lilin tipis. Biasanya berwarna putih bagian luar dengan sedikit warna kuning menonjol yang menunjukkan adanya madu di sana. Jika Anda mengangkatnya, akan terasa berat karena sarat madu yang tersimpan di dalamnya.

CARA UNTUK MEMANEN MADU

Sementara cara memanen madu sendiri, ada dua cara, yaitu tradisional dan modern. Jika masih menggunakan teknik manual, maka langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Sebaiknya Anda memakai pakaian pelindung yang menutup seluruh tubuh agar terhindar dari sengatan lebah.
  2. Siapkan air panas untuk membersihkan madu dari sisiran sarang lebah.
  3. Kemudian buka kotak lebah tempat Anda beternak lebah.
  4. Anda bisa mulai mengangkat sarang lebah yang sudah berisi madu dengan pengungkit dan membersihkan dari koloni lebah yang masih menempel. Usahakan ketika membersihkan masih tetap di atas kotak pengeraman agar lebah tidak keluar dari sarang.
  5. Mulailah untuk memotong sisiran yang sudah diambil menjadi beberapa bagian. Pastikan pemotongan ada pada bagian antara madu dan lava agar madu tidak tercecer ke mana-mana.
  6. Selanjutnya masukkan ke dalam panci yang berisi air panas. Hal ini bertujuan agar madu keluar dari sisiran dan terpisahkan dengan lapisan lilin yang menyelubungi sisiran.
  7. Begitu semua sudah mencair, maka Anda bisa mengangkat panci dan mendinginkannya. Diamkan beberapa saat agar madu dan lilin benar-benar terpisah secara total.
  8. Terakhir, Anda bisa langsung memasukkan madu yang sudah terpisah ke dalam botol. Agar tidak ada kotoran yang masuk ke dalamnya.

Metode secara tradisional sudah mulai jarang dilakukan. Lantaran mengganggu lebah yang masih berada di sarang dan melakukan pekerjaannya untuk mengubah nektar menjadi madu.

Maka, muncullah metode modern yang prosesnya tidak akan mengganggu lebah apalagi merusak sarangnya. Proses ini menggunakan beberapa alat bantuan seperti ekstraktor. Langkah pemanenannya adalah sebagai berikut:

  1. Sebaiknya Anda memakai pakaian yang dapat melindungi dari sengatan lebah. Umumnya berupa jaket, sarung tangan, serta penutup wajah.
  2. Kemudian buka kotak pengeraman lebah dari sisi samping atau belakang. Pilih jalan yang biasa dipakai lebah madu untuk keluar masuk ke sarang.
  3. Sebaiknya dalam proses pengambilan sisiran madu dari kotak, Anda juga melakukan pengasapan. Agar madu terpisah dari sisiran yang akan diambil, sekalipun tidak semuanya.
  4. Bersihkan madu yang masih menempel pada sisiran dengan sikat khusus untuk lebah agar tidak menyakiti hewan tersebut.
  5. Selanjutnya, kupas lapisan lilin yang menutupi sarang dengan pisau yang sudah dicelupkan ke dalam air hangat. Tujuannya untuk memudahkan dalam proses pemisahan tersebut.
  6. Begitu semua selesai, Anda bisa memasukkan hasil sisiran yang sudah bersih ke dalam ekstraktor. Kemudian memutar tuas untuk menggerakkan ekstraktor yang akan memisahkan madu dari sisiran.
  7. Begitu semua madu sudah terpisahkan, madu yang terkumpul di dalam bejana ekstraktor sudah dapat dikemas ke dalam botol. Sebaiknya sisiran yang sudah terekstrak tidak dibuang. Anda bisa memasukkannya kembali ke dalam kotak pengeraman dan dijadikan sebagai sarang lebah untuk mengolah nektar kembali. Hal ini lebih menghemat tenaga lebah dan mempercepat proses pembuatan madu.

Leave a Comment