Mengapa Harga Madu Mentah Lebih Mahal?

Seperti yang kita ketahui bersama, tampilan madu mentah atau madu asli kalah menarik dari madu olahan. Madu olahan berwarna keemasan dan tampak lebih jernih, sedangkan madu mentah keruh dan terdapat kotoran-kotoran halus di dalamnya. Bahkan, terkadang fragmen sayap lebah yang rusak bisa ikut terbawa di dalamnya. Namun jika dijual harga madu mentah bisa 2x lipat lebih mahal dari madu olahan.

Tingginya harga madu asli tak pelak membuat sebagian besar orang awam bertanya-tanya mengapa bisa demikian. Agar tidak penasaran, berikut beberapa alasan yang menyebabkan madu mentah mahal:

 

 

  1. Ketahanan Madu Mentah Asli Lebih Lama

Beragam penelitian berhasil membuktikan bahwa madu mentah tidak memiliki masa kedaluwarsa. Hal itu diperkuat dengan adanya temuan benda-benda peninggalan Mesir kuno, yang salah satunya adalah madu murni. Madu tersebut dikemas dalam kendi-kendi khusus atau botol penyimpanan dan ditaksir usianya seudah lebih dari 1.000 tahun. Hasil temuan tersebut kemudian diteliti di laboratorium dan hasilnya sungguh mencengangkan. Tak sedikitpun terjadi perubahan pada aroma, warna, dan rasa setelah tahu cara menguji madu asli. Hanya saja teksturnya jadi mengental seperti selai akibat tersimpan lama di tempat yang bersuhu rendah.

Ketahanan madu mentah disebabkan karena kemurniannya terjamin 100%. Proses pengolahannya hanya dilakukan secara konvensional, tanpa penambahan zat-zat lain seperti perisa dan gula. Berbeda dengan madu olahan yang kadar kemurniannya sudah banyak berkurang akibat proses pengolahan dari pabrik. Alhasil, ketahanan madu olahan tidak bisa mengimbangi madu mentah asli.

  1. Sarat Nutrisi dan Enzim Khusus

Alasan kedua yang menyebabkan harga madu mentah mahal berkenaan dengan kandungan nutrisi dan enzim yang dimilikinya. Komposisi nutrisi madu mentah tak perlu diragukan lagi. Itu sebabnya disebut fitonutrient. Selain nutrisi, madu mentah juga diberkati dengan enzim khusus yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan serta penyembuhan berbagai penyakit pada manusia. Dua di antaranya adalah pollen dan propolis. Hebatnya lagi FDA (Food and Drug Administration) menyatakan bahwa pollen termasuk bagian dari superfood dan sangat disarankan untuk dikonsumsi.

  1. Proses Panen yang Luar Biasa Sulit

Madu mentah terbagi dua, yakni madu mentah yang langsung dipanen dari alam dan madu mentah yang dipanen dari peternak lebah madu. Untuk madu mentah yang dipanen langsung dari alam harga jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan madu mentah dari peternakan. Apalagi jika dibandingkan dengan harga madu olahan, jelas harga madu mentah yang dipanen langsung dari alam jauh melampaui.

Penyebabnya, proses panen madu mentah langsung dari pohonnya luar biasa sulit. Tidak mudah mencari sumber karena lebah tidak sembarang membuat sarang. Umumnya terdapat di kawasan hutan belantara yang medannya sangat berisiko serta pohon tempat lebah madu bersarang tersebut besar  dan tinggi-tinggi. Bukan hanya itu, nyawa juga ikut menjadi taruhan. Lebah liar tekenal sangat ganas dibandingkan lebah peliharaan. Contohnya lebah Apis Dorsata atau Odeng. Lebah jenis ini sangat sensitif pada apa saja yang mendekati sarangnya. Ketika merasa terancam, gerombolan lebah akan menyerang keroyokan dan berakibat fatal pada nyawa. Oleh karena itu pemanen harus sangat berhati-hati ketika memanen dan tak boleh lupa mengenakan pakaian pelindung.

  1. Keuntungan yang Diperoleh Tipis

Meski harga madu mentah mahal, namun jangan sekali-kali berpikir bahwa produsen madu mentah bisa mengantongi keuntungan berlipat. Bisnis madu mentah sejatinya bukan bisnis ringan. Modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Itulah kenapa banyak penjual madu hutan asli yang bekerja keras melindungi keasliannya.

Untuk madu mentah yang dipanen diperternakan, membutuhkan biaya sekitar 500-800 ribu rupiah per 1 kotak beserta 1 koloni lebah madu juga ratu lebah. Tiap kotak hanya menghasilan 1-3 kg madu (disesuaikan dengan musim dan kondisi cuaca). Jumlah segitu tentu sangat minim dipasarkan. Setidaknya, dibutuhkan sekitar 50-500 kotak agar bisa menghasilkan 50-1000 kg madu. Nah, silakan hitung sendiri berapa besaran modal yang mereka butuhkan untuk memanen puluhan hingga ratusan kilo madu.

  1. Biaya Perawatan Lebah Madu Besar

Mahalnya madu mentah juga dipengaruhi oleh biaya perawatan lebah madu. Biaya-biaya perawatan tersebut meliputi penggantian kotak yang rawan rusak, pergantian koloni lebah dan ratunya di musim-musim tertentu, dan biaya pembasmian hama. Itu belum termasuk biaya sewa untuk pekerja-pekerja yang dilibatkan.

  1. Risiko Lebah Mati

Sebuah usaha tentu tidak terhindar dari yang namanya risiko. Namun risiko dari usaha madu mentah tidak bisa dibilang sederhana. Sebab, lebah-lebah mempunyai sifat saling menyerang ketika kehabisan pollen. Pollen sendiri diperoleh dari pohon atau bunga-bunga tertentu yang ketersediaannya terbatas. Ketika lebah  kehabisan pollen, lebah-lebah akan saling membunuh dan mengakibatkan ribuan lebah mati. Alhasil, juga madu yang dapat dipanen pun berkurang bahkan sangat minim sekali.

  1. Ongkos Transportasi Tak Kalah Besar

Beban lain yang harus ditanggung produsen madu lebah asli yang mentah adalah biaya transportasi. Mungkin sebagian orang berpikir buat apa susah-susah menjangkau habitat lebah jika di sekeliling kita pun banyak sarang lebah bergelantungan di pohon-pohon atau rumah-rumah. Perlu diketahui lebah bisa bersarang dimana saja. Namun tidak semua sarang dihasilkan dari madu lebah. Sehingga tidak akan ada madu di dalamnya.

Maka dari itu, untuk mendapatkan sarang berisi madu, produsen madu mentah harus rajin melacak habitat lebah madu hingga ke hutan-hutan, atau tempat-tempat terpencil. Contohnya hutan-hutan di Lampung, Sumbawa, danRiau. Sudah disinggung sebelumnya, medan yang ditempuh keseringan rumit. Jadi biara transportasi yang harus dikeluarkan tidak bisa sedikit. Belum lagi biaya trasnportasi untuk mendistribusikan madu mentah tersebut. Tentu semuanya harus masuk dalam perhitungan.

  1. Populasi Lebah Madu Mulai Langka

Hal ini juga menyulitkan produsen madu. Dahulu, populasi lebah madu cukup banyak di kawasan hutan dan pegunungan Pulau Jawa. Tapi kini kondisinya sudah jauh berbeda. Yang tersisa hanya di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Semeru Tengger, dan Taman Nasional Merubetiri. Karena kelangkaan itu, produsen madu yang berlokasi di Pulau Jawa terpaksa harus menempuh perjalanan panjang ke hutan-hutan atau pedalaman Pulau Sumatera.

  1. Rumaysha Honey, Madu Murni Asli Berkualitas Tinggi

Dari alasan-alasan di atas, sangat wajar jika harga madu mentah itu mahal dan produknya tidak pasaran alias tidak banyak dijual bebas. Keseringan, madu mentah atau madu murni asli dipasarkan hanya dari mulut ke mulut karena jumlahnya terbatas.

Ada satu brand madu mentah asli dan bermutu tinggi yang sangat layak untuk dicoba.Rumaysha Honey namanya. Distribusi brand madu mentah ini memang tidak terlalu merata. Namun, bagi Anda yang menginginkannya bisa memasan secara online melalui situs rumaysha.my.id.

Tersedia berbagai jenis produk Rumaysha Honey yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, selera, dan budget tentunya. Jangan khwatir, java-honey.com merupakan situs terpercaya yang sudah melayani ribuan pelanggan dari dalam dan luar negeri.

Demikian informasi mengenai harga madu mentah kami sajikan untuk pembaca setia kami. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan baru bagi seluruh pembaca.

Leave a Comment